Selamat Datang di

GPIB JEMAAT BUKIT SION BALIKPAPAN

ULANG TAHUN

Majelis Jemaat GPIB Jemaat “Bukit Sion” Balikpapan mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN KELAHIRAN bagi Warga Jemaat GPIB Jemaat “Bukit Sion” Balikpapan dari tanggal  22 s/d  25 OKTOBER 2014.

 HUT KELAHIRAN

 22 OKTOBER 2014

 

Bapak Urip Upoyo Gesang (SP. I)

 

Bapak Ruddy Y. Suwardi Mokodongan (SP. II)

 

Ibu Maria Malia (SP. II)

 

Adik Jethro Nathaniel Mait (SP. III)

 

Bapak Orly Waleleng (SP. V)

 

Ibu Hetti S. M. Tampemawa – Siwu (SP. VII)

 

Bapak Jemmy Thomas (SP. VII)

 

Sdr. Raymond Gilbert Luntungan (SP. IX)

 

Sdri. Olivia L. Alfonso (SP. X)

 

   23 OKTOBER 2014

Bapak Huyensond (SP. III)

Bapak Yoseph Lumi (SP. III)

Ibu Adriati Ignatia Siambaton (SP. III)

Ibu Pingkan Setiana Sudarisman – Kaseger (SP. III)

Ibu Olfie Lombogia – Polii (SP. III)

Sdr. Stewart Otneil Mailangkay (SP. IV)

Ibu Engeline Frederika Rimporok – Pelealu (SP. IV)

Sdri. Chrissy Oktaviani Nayar (SP. V)

Adik Aaron Samuel Padjula (SP. V)

Ibu Yolla Octoviana Liudongi – Makatuuk (SP. V)

Ibu Olly Oliviana Langi – Lembong (SP. VIII)

24 OKTOBER 2014

Ibu Ester Apolonia  Ubro – Angow (SP. I)

Sdr. Ramon Christian Lembong (SP. VIII)

Ibu Roosye Maisye Sambur – Robot (SP. VIII)

Bapak I Putu Sumita Sarja (SP. VIII)

Sdr. Teguh Andrie Suryanto (SP. X)

25 OKTOBER 2014

 Ibu Rosita Irianty Kaawoan – Bayodo (SP. I)

Bapak Loudy Kardion Rukunta Mawuntu (SP. VIII)

 

HUT PERKAWINAN

 22 OKTOBER 2014

Kel. Botu – Pauner (SP. IX)

23 OKTOBER 2014

Kel. Ronal Siadary – Hasibuan (SP. I)

24 OKTOBER 2014

Kel. Sudarisman – Kaseger (SP. III)

Kel. Ombuh – Lengkong (SP. XI)

JADWAL IBADAH KELUARGARABU, 22 OKTOBER 2014

BACAAN ALKITAB : ROMA 14 : 19 - 23

 

SP.  TEMPAT ALAMAT PK. PELAYAN FIRMAN
I    Kel. Gesang - Parubak Jl. Guntur Damai III RT. 48   18.30 Dkn. Maxi Latu
II  Kel. Sumarno - Elisabeth Gn. Rambutan RT. 19 18.00 Pnt. Ferij Warouw Worotikan
III  Kel. Lumowa - Indrawati Jl. Martadinata 18.00 Dkn. Valentina T. Paath
IV    Kel. Kaligis - Massie Gg. Melati RT. 13 No. 18 17.30 Dkn. Berty D. Toreh
V    Kel. Unri - Mardiana Jl. A. Yani RT. 68 No. 42 18.00 Pnt. Ruddy Mokodongan
VI Kel. Rantung - Kalele Jl.Mekar Sari RT. 27 No. 06 18.00 Pnt. Wuri Sumampouw
VII    Kel. Mamentu - Nuos Jl. Kamboja No. 81 RT. 30 18.00 Pnt. Relny Ratag - S.
VIII    Kel. Tamboeo - Jehu Gg. Sahabat RT. 49  19.00 Pnt. Anna A. Lopulalan - D.
IX  Kel. Mailoor - Riani ASPOL, Stal Kuda 19.00 Pnt. Diana I. Barahama
X  Kel. Angkow -  Purnomo Jl. Swadaya RT. 32 No. 61 18.30 Pnt. Arie Marten Wokas
XI     Kel. Tarigan - Sibarani Gg. Intraco RT.11 No.34 19.00 Pnt. Andrias Nangon Korobu

 

KALENDER GEREJA

 MINGGU V SESUDAH PENTAKOSTA

Hari Pentakosta yang jatuh pada hariMinggu, mengawali Minggu-minggu Pentakosta yang berjumlah 26 Minggu. Minggu Trinitas adalah Minggu I sesudah Pentakosta, dst. Minggu-minggu ini juga dikenal dengan Minggu Biasa, yang ditandai dengan warna Hijau, warna pertumbuhan dan kesuburan. Masa ini juga disebut masa Gereja berjuang.

Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu Hari Minggu, di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan Tuhan di dalam perjuangan Gereja. Yesus Kristus, Kepala Gereja, selalu beserta dengan Gereja-Nya (Allah beserta kita). Karena itu, Hari Minggu harus selalu menjadi perayaan besar, dan dirayakan dengan penuh puji-pujian dan syukur.

Simbol Hari Minggu sesudah Pentakosta adalah burung Merpati (putih) dengan ranting zaitun di paruhnya, perahu layar di tengah gelombang dan pelangi dengan warna dasar Hijau.

Arti: Perahu merupakan simbol dari Gereja. Ide ini menjadi berarti bagi orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan dan pergumulan, ketika mereka mengetahui bahwa akan ada pertolongan dari Tuhan. Hal ini nyata lewat perpaduan antara perahu dan pelangi. Di sini janji Allah tentang pertolongan-Nya itu mendapat penekanan yang kuat. Pelangi melambangkan kesetiaan Allah etas janji-Nya untuk memeliha­ra bumi, khusus Gereja dan orang-orang percaya.

Burung merpati dengan ranting zaitun di paruhnya mengungkapkan tentang janji keselamatan dan kehidupan dari Allah (bnd. Kej. 8:10.11) yang akan terus menyertai sampai ke tempat tujuan. Jadi seka­lipun Gereja mengalami berbagai ancaman goncangan dan cobaan, Gereja akan tetap hidup di dalam dan oleh janji Allah tersebut.