Selamat Datang di

GPIB JEMAAT BUKIT SION BALIKPAPAN

ULANG TAHUN

Majelis Jemaat GPIB Jemaat “Bukit Sion” Balikpapan mengucapkan SELAMAT ULANG TAHUN KELAHIRAN bagi Warga Jemaat GPIB Jemaat “Bukit Sion” Balikpapan dari tanggal  18 s/d 22  NOPEMBER 2014.

 HUT KELAHIRAN

18 NOPEMBER 2014

Bapak Darwin Mandalika (SP. V)

Bapak Noudy Jakob Samuel Kaunang (SP. V)

Bapak Nicolaas Adolf Oroh (SP. VI)

Sdr. James Fredik Turangan (SP. VIII)

Adik Rivaldy R. Langi (SP. VIII)

Ibu Hotnaria Sidauruk – Purba (SP. XI)

19 NOPEMBER 2014

Sdr. Derian Clinton Pinontoan (SP. II)

Sdr. Calvin Wakkary (SP. III)

Sdr. Volentenes Harryson Hengkesa (SP. IV)

Ibu Betty Marentek (SP. VI)

Bapak Jan Sigilipu (SP. VII)

Ibu Ketty Laksmi Korobu – Rotinsulu (SP. VIII)

Bapak Rudolf Nanlohy (SP. XI)

20 NOPEMBER 2014

Bapak Hanny Jefri Pandeirot (SP. II)

Ibu Jeaneta Antoineta Moekimanto – Dien (SP. III)

Adik Friellicia Novaliani Lumoko (SP. V)

Adik Friecillia Novaliana Lumoko (SP. V)

Sdri. Debora Nokke Janet Manurip (SP. VI)

Bapak Herry Susanto Sim (SP. VI)

Ibu Jeanne M. Supardi – Tombuku (SP. IX)

21 NOPEMBER 2014

Sdri. Beatrix Z. Enoch (SP. I)

Bapak Parlin Nainggolan (SP. I)

Bapak Sugeng Wahyudi (SP. II)

Ibu Nella N. Halapiry – Runturambi (SP. III)

Bapak Stefan Russel Melchi Durand (SP. V)

Bapak Lexi Everd Rapar (SP. V)

Bapak John Parabang (SP. VI)

Bapak Izaac Uruilal (SP. VI)

22 NOPEMBER 2014

Bapak Nolly Wongkar (SP. I)

Adik Reynaldy J. Manullang (SP. II)

Bapak Hendro Alexander Umbas (SP. IV)

Ibu Novita Clara Mumu-Tulandi (SP. VI)

Adik Gwen Valery Nenvy Oroh (SP. VI)

Sdri. Tirza Lintang (SP. VIII)

Ibu Beatrix Clara Mamahit – Frans (SP. X)

Ibu Daisy Neltje Martha Ahuluheluw (SP. XI)

 

HUT PERKAWINAN

18 NOPEMBER 2014

Kel. Nayar – Kawulusan (SP. V)

Kel. Mantiri – Ponamon (SP. X)

 19 NOPEMBER 2014

Kel. Purba – Silalahi (SP. VI)

Kel. Sapan – Ishak (SP. VI)

Kel. Simanjuntak – Kurniawati (SP. X)

Kel. Turambi – Pungus (SP. X)

 20 NOPEMBER 2014

Kel. Dien – Wakkary (SP. II)

Kel. Rumopa – Kolly (SP. III)

Kel. Padjula – Rampatana (SP. V)

Kel. Oroh – Wenas (SP. VI)

Kel. Ratumanan – Khadijah (SP. VII)

Kel. Sinaga – Gultom (SP. IX)

JADWAL IBADAH KELUARGA : RABU, 19 NOPEMBER 2014

Bacaan Alkitab : HABAKUK 3 : 17 - 19

SP.  TEMPAT ALAMAT PK. PELAYAN FIRMAN
I    Kel. Agnes Dwikoralin Mait Jl. Bonto Bulaeng RT. 01   18.30 Pnt. Prawoto 
II  Kel. Koloay - Panambunan Jl. A. Yani   18.00 Pnt. Sharline Mamesah - K.
III   Kel. Yudhaprawira - Pua Jl. Mangga 18.00 Pnt. Gerry Huyensond - M.
IV      Kel. Unpapar - Lintong Gg. Puyuh RT. 13 No. 27 17.30 Dkn. Son S. Mawitjere
V      Kel. Lopulalan - Dumais Jl. Teruna Sari 18.00 Dkn. Stefen R. M. Durand
VI   Kel. Rungkat - Manurip Gg. Restu RT. 10 No. 14 18.00 Pnt. Nicolaas Adolf Oroh
VII      Kel. Thomas - Nangka Gn. Sari Ilir RT. 15 No. 01 18.00 Pnt. Janes H. Pandeiroot
VIII    Kel. Tamsir - Tetelepta Gg. Kenangan RT. 41   19.00 Pnt. Michael A. Appah
IX  Kel. Lantang - Rondonuwu Jl. Pupuk Utara G 20 18.00 Pnt. Teguh Imantoro
X  Kel. Simanjuntak - Kurniawati Jl. Hendriawan Sie RT. 30   18.30 Pnt. Oneke Y. Lumentah - P. 
XI     Kel. Mandolang - Koroh Jl. Pramuka RT. 30 19.00 Pnt. James W. J. Ngantung

KALENDER GEREJA

 MINGGU SESUDAH PENTAKOSTA

Hari Pentakosta yang jatuh pada hariMinggu, mengawali Minggu-minggu Pentakosta yang berjumlah 26 Minggu. Minggu Trinitas adalah Minggu I sesudah Pentakosta, dst. Minggu-minggu ini juga dikenal dengan Minggu Biasa, yang ditandai dengan warna Hijau, warna pertumbuhan dan kesuburan. Masa ini juga disebut masa Gereja berjuang.

Ada yang menyatakan bahwa sesudah Minggu Trinitas sudah tidak ada lagi hari raya. Sebenarnya, masih ada yaitu Hari Minggu, di mana melalui setiap hari Minggu, Gereja diingatkan tentang penyertaan Tuhan di dalam perjuangan Gereja. Yesus Kristus, Kepala Gereja, selalu beserta dengan Gereja-Nya (Allah beserta kita). Karena itu, Hari Minggu harus selalu menjadi perayaan besar, dan dirayakan dengan penuh puji-pujian dan syukur.

Simbol Hari Minggu sesudah Pentakosta adalah burung Merpati (putih) dengan ranting zaitun di paruhnya, perahu layar di tengah gelombang dan pelangi dengan warna dasar Hijau.

Arti: Perahu merupakan simbol dari Gereja. Ide ini menjadi berarti bagi orang Kristen mula-mula yang mengalami penganiayaan dan pergumulan, ketika mereka mengetahui bahwa akan ada pertolongan dari Tuhan. Hal ini nyata lewat perpaduan antara perahu dan pelangi. Di sini janji Allah tentang pertolongan-Nya itu mendapat penekanan yang kuat. Pelangi melambangkan kesetiaan Allah etas janji-Nya untuk memeliha­ra bumi, khusus Gereja dan orang-orang percaya.

Burung merpati dengan ranting zaitun di paruhnya mengungkapkan tentang janji keselamatan dan kehidupan dari Allah (bnd. Kej. 8:10.11) yang akan terus menyertai sampai ke tempat tujuan. Jadi seka­lipun Gereja mengalami berbagai ancaman goncangan dan cobaan, Gereja akan tetap hidup di dalam dan oleh janji Allah tersebut.